Friday, 2 September 2011

"..akan membuat Nabi lebih bahagia.”


Pada saat pembebasan Makkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) memutuskan untuk memeluk Islam. Ia memeluk islam pada saat usianya sudah sangat tua dan saat itu ia sudah buta.

Kemudian Abu Bakar membopongnya ke hadapan Nabi Saw. untuk menyatakan keislamannya sekaligus berbaiat kepadanya.

Nabi Saw. bertanya kepada Abu Bakar,

“Wahai Abu Bakar, mengapa tidak kau biarkan orangtua ini berada di rumah dan kita yang mendatanginya?”


Abu Bakar menjawab,

“Engkau lebih pantas untuk didatangi, ya Rasulullah!”

Setelah itu, Abu Quhafah masuk islam, namun pada saat itu pula Abu Bakar menangis. Orang-orang bingung melihatnya, kemudian menegur Abu Bakar,

“Ini hari bahagia. Ayahmu memeluk islam dan selamat dari api neraka. Kenapa engkau malah menangis?”

Abu Bakar menjawab,

“Karena aku memimpikan orang yang berbaiat kepada Nabi saat ini bukan ayahku, tetapi Abu Thalib. Sebab pasti hal itu akan membuat Nabi lebih bahagia.”

(HR.Imam Ahmad)

Subhanallah! Abu Bakar lebih bahagia melihat Nabi bahagia daripada kebahagiannya karena sang ayah..

Betapa jauh perbedannya jika cinta kita kepada Rasulullah Saw. dibandingkan dengan cinta Abu Bakar kepada Rasulullah Saw ?

Rasulullah Saw. bersabda, ”Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga aku lebih ia cintai daripada dirinya sendiri, anaknya, dan hartanya” (HR.Bukhari)

Sudahkah kita lebih mencintai Nabi Saw. lebih dari cinta kita kepada diri kita sendiri, harta kita, keluarga kita, atau sahabat-sahabat kita ???

Sumber : Buku Pintar Akhlak

No comments:

Post a Comment